Tampilkan postingan dengan label medis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label medis. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Oktober 2014

KELAINAN ANATOMI




Kelainan anatomi bawaan ( congenital)

Kelainan ini ditemukan sejak bayi lahir, baik bersifat nyata maupun di ketahui setelah beberapa waktu perjalanan pertumbuhan seseorang. Angka kejadian sangat dipengaruhi oleh banyak factor: Iklim, kultur, social ekonomi maupun ras. Secara garis besar factor penyebab di golongkan menjadi 2 kelompok besar yaitu genetic, dan lingkungan. Faktor ini bias berdiri sendiri maupun secara gabungan menyumbang terjadinya kecacatan.


Sifat bawaan 

Cacat bawaan yang diwarisi secara genetic dalam suatu lingkunagn keluarga dapat bersifat autosomal / pengaruh badan sendiri, hereditas / turunan sifat genetic, dominan /  yang bersifat mendominasi,  autosomal resesif / yang bersifat minoritas, intermediet / saling seimabng berpengaruh. Kelainan kromosom menjadikan proses mitosis / pembiakan sel yang tidak wajar secara sifat maupun fungsi.


Lingkungan

Kelainan dapat terjadi pada berbagai alat tubuh akibat pengaruh “toksin” terhadap mudigah / saat pembentukan organ / organogenesis dari sebuah hasil konsepsi.
Mudigah sangat rentan terhadap berbagai kondisi mulai beberapa hari setelah pembuahan sampai sekitar hari ke-80. Puncak kepekaan terjadi pada sekitar hari ke-40. Selanjutnya kelainan organ bias terjadi pada masa masa berikutnya yaitu masa pertumbuhan / histogenesis yang menyebabkan anomaly misal; hipoplasia anggota gerak, microchepali. Juaga pada masa pertumbuhan organ bias terjadi gangguan faal.
Obat – obatan, rokok, zat kimia, alcohol,, radio aktif, malnutrisi, kelainan metabolic orang tua dan infeksi yang diderita orang tua bias mempengaruhi pembentukan, pertumbuahn maupun faal janin.
Contoh obat yang menjadi legenda adalah thalidomide, sering dipakai sebagai anti emesis terbukti pemakaian pada masa organogenesis menyebabkan fokomelia / kelainan pertumbuhan anggota gerak proksimal, sehingga bentuk tubuhnya seperti anjing laut. ( Y: PHOBE = Anjing laut ). DES / dietil stilbestrol sediaan hormon yang dipakai pada penjegah abortus, menyebabkan kelainan organ kelamin dan kanker vagina pada wanita muda. Dan beberapa obat perlu diwaspadai pada pemakaian wanita hamil, kejelian dan kewaspadaan serta pengetahuan dapat menjadi modal yang penting dalam komunikasi, informasi dan edukasi terhadap pasen.
Besarnya pengaruh obat tidak dapat ditentuakn karena banyaknya factor yang ikut serta mempengaruhi. Umumnya digolongkan secara singkat teratogenik, sangat mungkin teratogenik, kemungkinan teratogenik.
Infeksi yang diderita oleh seorang yang mengandung baik langsung maupun akibat derita ibu akan mempengaruhi janin.
Beberapa infeksi yang terkenal mengganggu pembentukan janin pada awal kehidupan al: THORS. 
Beberapa gangguan metabolisme yang duderita ibu yang mengandung mempengaruhi janin al: Hipotyroid, hipoglikemi,
Radiasi atom dan sinar rountgen terbukti mengganggu mitosis, sehingga memunculkan hambatan sel maupun keganasan pertumbuhan sel. Sel – sel dengan pertumbuhan / umur pendek sangat mudah terpengaruh di banding se- sel yang silklusnya lama. Sel sumsum tulang dan sel telur dan sperma sangat rentan terhadap paparan radiasi.
Defisiensi nutrisi jelas berpengaruh komplek terhadap ibu dan pembentukan dan pertumbuhan anak. Defisiensi nutrisi juga akan memperburuk factor lain, infeksi dan radiasi.
Lingkunan intra uterin juga akan mempengaruhi pertumbuhan janin; oligohidramion menyebabkan tekanan tinggi dan “ruang” sempit bagi pertumbuhan. Scoliosis, talipes, dan dislokasi sendi paha erat hubungannya dengan oligohidramnion.


CACAT BAWAAN

Cacat bawaan terjadi setelah kelahiran dan tidak dihubungkan dengan berbagai proses sebelum lahir. Factor rudapaksa dan aktifitas fisik sangat besar menyumbang kecacatan didapat. Selebihanya factor lingkungan, gisi, infeksi, radiasi dan degenerasi. 


KONSEP DASAR KEPERAWATAN GAWAT DARURAT


A.    PENGERTIAN
Keperawatan Gawat Darurat (Emergency Nursing) merupakan pelayanan keperawatan yang komprehensif diberikan kepada pasien dengan injury akut atau sakit yang mengancam kehidupan. Sebagai seorang spesialis, perawat gawat darurat menghubungkan pengetahuan dan keterampilan untuk menangani respon pasien pada resusitasi, syok, trauma, ketidakstabilan mulisistem, keracunan dan kegawatan yang mengancam jiwa lainnya.

B.     TUJUAN PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT
1.     Mencegah kematian dan cacat pada pasien gawat darurat hingga dapat hidup dan berfungsi kembali dalam masyarakat.
2.    Merujuk pasien gawat darurat melalui system rujukan untuk memperoleh penanganan yang lebih memadai.
3.      Penanggulangan korban bencana.
Untuk dapat mencegah kematian, petugas harus tahu penyebab kematian yaitu :
1.      Meninggal dalam waktu singkat (4-6 menit)
a.       Kegagalan sistem otak
b.      Kegagalan sistem pernafasan
c.       Kegagalan sistem kardiovaskuler
2.      Meninggal dalam waktu lebih lama (perlahan-lahan)
a.       Kegagalan sistem hati
b.      Kegagalan sistem ginjal (perkemihan)
c.       Kegagalan sistem pankreas (endokrin)

C.    SKEMA PENANGGULANGAN BENCANA ∕ KECELAKAAN

D.    SISTEM PENGELOLAAN ∕ PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU (SPGDT)
SPGDT adalah suatu metode yang digunakan untuk penanganan korban yang mengalami kegawatan dengan melibatkan semua unsur yang ada
1.      Fase Pra RS
a.       Komunikasi
1)      Dalam komunikasi hubungan yang sangat diperlukan adalah
Ø  Pusat komunikasi ambulan gawat darurat (119)
Ø  Pusat komunikasi ke RS
Ø  Pusat komunikasi polisi (110)
Ø  Pusat komunikasi pemadam kebakaran (113)
2)      Untuk komunikasi fasilitas pager, radio, telepon, Hp
3)      Tugas pusat komunikasi adalah :
Ø  Menerima permintaan tolong
Ø  Mengirim ambulan terdekat
Ø  Mengatur dan memonitor rujukan penderita gawat darurat
Ø  Memonitor kesiapan RS terutama unit gawat darurat dan ICU
b.      Pendidikan
1.      Pada orang awam
Mereka adalah anggota pramuka, PMR, guru, IRT, pengemudi, hansip, petugas hotel dan restaurant. Kemampuan yang harus dimiliki orang awam adalah :
Ø  Mengetahui cara minta tolong misalnya menghubungi EMS (119)
Ø  Mengetahui cara RJP (Resusitasi Jantung Paru)
Ø  Mengetahui cara menghentikan perdarahan
Ø  Mengetahui cara memasang balut atau bidai
Ø  Mengetahui cara transportasi yang baik
2.      Pada orang awam khusus
Orang awam yang telah mendapatkan pengetahuan cara-cara penanggulangan kasus gawat darurat sebelum korban dibawa ke RS ∕ ambulan datang.
 Kemampuan yang harus dimiliki orang awam khusus adalah paling sedikit seperti kemampuan orang awam dan ditambah dengan :
Ø  Mengetahui tanda-tanda persalinan
Ø  Mengetahui penyakit pernafasan
Ø  Mengetahui penyakit jantung
Ø  Mengetahui penyakit persarafan
Ø  Mengetahui penyakit anak
3.      Pada perawat
Harus mampu menanggulangi penderita gawat darurat dengan gangguan :
a.       Sistem pernafasan
Ø  Mengatasi obstruksi jalan nafas
Ø  Membuka jalan nafas
Ø  Memberi nafas buatan
Ø  Melakukan RJP (CAB)
b.      Sistem sirkulasi
Ø  Mengenal aritmia dan infark jantung
Ø  Pertolongan pertama pada henti jantung
Ø  Melakukan EKG
Ø  Mengenal syok dan memberi pertolongan pertama
c.       Sistem vaskuler
Ø  Menghentikan perdarahan
Ø  Memasang infus atau transfuse
Ø  Merawat infus
d.      Sistem saraf
Ø  Mengenal koma dan memberikan pertolongan pertama
Ø  Memberikan pertolongan pertama pada trauma kepala
e.       Sistem pencernaan
Ø  Pertolongan pertama pada trauma abdomen dan pengenalan tanda perdarahan intraabdomen
Ø  Persiapan operasi segera (cito)
Ø  Kumbah lambung pada pasien keracunan
f.       Sistem perkemihan
Ø  Pertolongan pertama pada payah ginjal akut
Ø  Pemasangan kateter
g.      Sistem integument atau toksikologi
Ø  Pertolongan pertama pada luka bakar
Ø  Pertolongan pertama pada gigitan binatang
h.      Sistem endokrin
Ø  Pertolongan pertama pasien hipo atau hiperglikemia
Ø  Pertolongan pertama pasien krisis tiroid
i.        Sistem musculoskeletal
Ø  Mengenal patah tulang dan dislokasi
Ø  Memasang bidai
Ø  Mentransportasikan pasien ke RS
j.        Sistem penginderaan
Ø  Pertolongan pertama pada pasien trauma mata atau telinga
Ø  Melakukan irigasi mata dan telinga
k.      Pada anak
Ø  Pertolongan pertama anak dengan kejang
Ø  Pertolongan pertama anak dengan astma
Ø  Pertolongan pertama anak dengan diare atau konstipasi
c.       Transportasi
1)      Syarat transportasi penderita
a)      Penderita gawat darurat siap ditransportasikan bila
·         Gangguan pernafasan dan kardiovaskuler telah ditanggulangi
·         Perdarahan harus dihentikan
·         Luka harus ditutup
·         Patah tulang apakah memerlukan fiksasi
b)      Selama transportasi harus dimonitor
·         Kesadaran
·         Pernafasan
·         Tekanan darah dan denyut nadi
·         Daerah perlukaan
c)      Syarat kendaraan
·         Penderita dapat terlentang
·         Cukup luas untuk lebih dari 2 pasien dan petugas dapat bergerak
·         Cukup tinggi sehingga petugas dapat berdiri dan infus lancer
·         Dapat melakukan komunikasi ke sentral komunikasi dan RS
·         Identitas yang jelas sehingga mudah dibedaan dari ambulan lain
d)     Syarat alat yang harus ada
·         Resusitasi
·         Oksigen
·         Alat hisap
·         Obat-obatan
·         Infus
·         Balut dan bidai
·         Tandu
·         EKG transmitter
·         Inkubator
·         Alat-alat persalinan
e)      Syarat personal
·         Dua orang perawat yang dapat mengemudi
·         Telah mendapat pendidikan tambahan gawat darurat
·         Sebaiknya diasramakan agar mudah dihubungi
2)      Cara transportasi
·         Tujuan memindahkan penderita dengan cepat tetapi selamat
·         Kendaraan penderita gawat darurat harus berjalan hati-hati dan menaati peraturan lalu lintas
2.      Fase RS
a.       Puskesmas
Ada puskesmas yang buka 24 jam dengan kemampuan :
·         Resusitasi
·         Menanggulangi fase gawat darurat baik medis maupun pembedahan minor
·         Dilengkapi dengan laboratorium untukk menunjang diagnostik seperti pemeriksaan Hb, leukosit, gula darah
·         Personal yang dibutuhkan 1 dokter umum dan 2-3 perawat dalam 1 shift
b.      IGD atau UGD
Berhasil atau gagalnya suatu IGD atau UGD tergantung pada :
1.      Keadaan penderita waktu tiba di IGD
·         Mutu penanggulangan pra RS
·         IGD harus aktif meningkatkan mutu penanggulangan pra RS
2.      Keadaan gedung IGD sebaiknya dirancang sedemikian rupa sehingga
·         Masyarakat mudah mencapainya
·         Kegiatan mudah dikontrol
·         Jarak jalan kaki didalam ruangan tidak jauh
·         Tidak ada infeksi silang
·         Dapat menanggulangi keadaan bencana
3.      Kualitas dan kuantitas alat-alat serta obat-obatan
-          Untuk resusitasi
·         Suction manual atau otomatis

·         Oksigen
·         Respirator manual atau otomatis

·         Laringoskop

·         Pipa endotracheal

·         Pipa nasotracheal

·         Oropharingeal tube

·         Spuit dan jarum
·         Cuff set
·         EKG-monitor jantung (portable) dan defibrillator

·         Infus atau transfuse set serta cairan dan darah
·         Cairan Dextrose 50% ampul
·         Morphin-Pethidin-Adrenalin
·   Tandu dapat posisi trendelenburg atau anti trendelenburg, terdapat gantungan infus dan pengikat

·         Cricothyrotomy dan tracheaostomy set
·         Gunting
·         Jarum intra cardiac dll

-          Untuk menstabilisasi penderita
·         WSD set atau jarum fungsi
·         Bidai segala ukuran
·         Perban segala ukuran
·         Sonde lambung

·         Foley kateter segala ukuran
·         Venaseksi set
·         X-ray

·         Perban untuk luka bakar
·         Perikardiosentesis set
-          Untuk diagnosa dan terapi
·         Alat-alat periksa pengobatan mata
·         Slit lamp
·         THT set
·         Traction kit
·         Gips
·         Obstetri ginekologi set
·         Lab mini
·         Bone set
·         Pembedahan minor set
·         Benang dan jarum segala ukuran
3.      Pembiayaan
·         Asuransi Jasa Raharja
·         ASKES pegawai negeri
·         Jamsostek
·         JKN
·         JAMKESMAS
·         Dana sehat
·         Subsidi Pemerintah (Gakin)

E.     PRINSIP-PRINSIP PENANGGULANGAN KORBAN GAWAT DARURAT
Prinsip utama adalah memberikan pertolongan pertama pada korban. Pertolongan pertama adalah pertolongan yang diberikan saat kejadian atau bencana terjadi ditempat kejadian.
Tujuan pertolongan pertama :
1.      Menyelamatkan kehidupan
2.      Mencegah kesakitan makin parah
3.      Meningkatkan pemulihan
Tindakan prioritas penolong :
1.      Ambil alih situasi
2.      Minta bantuan pada orang sekitar
3.      Kaji bahaya lingkungan
4.      Yakinkan area aman bagi penolong dan korban
5.      Kaji korban secara cepat untuk masalah yang mengancam kehidupan
6.      Berikan pertolongan pertama untuk kondisi yang mengancam kehidupan
7.      Kirim seseorang untu memanggil polisi dan ambulan
Sikap penolong :
1.      Jangan panic
2.      Bersikap tenang
3.      Cekatan dalam melakukan tindakan
4.      Jangan terburu-buru memindahkan korban dari tempat kejadian sebelum dipastikan sarana angkutan yang memadai

SUMBER :
Ns. Paula Kristanty, Skep, MA ,dkk. Asuhan Keperawatan Gawat Darurat. 2009. CV. Trans Info Media : Jakarta